Skip to main content

Apa Yang Dimaksud NDT


Pengertian NDT – NDT atau Non Destructive Testing merupakan serangkaian kegiatan pengujian atau inspeksi dengan alat uji NDT yang mempunyai tujuan untuk mengetahui adanya keretakan, cacat pada benda yang diuji tanpa merusak benda tersebut.

Beberapa metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah ultrasonik, radiografi, magnetik partikel dan lain-lain. Teknik ini dapat menjadi soulsi untuk menghemat waktu serta uang dalam melakukan evaluasi produk maupun dalam penelitan untuk memecahkan masalah.



Pengaplikasian NDT ini banyak digunakan dalam teknik mesin, teknik elektro, teknik sipil dan pengujian lainya yang membutuhkan pengujian tanpa merusak benda. Dalam evaluasi kualitas produk terutama mesin ataupun material, sangatlah penting untuk mengetahui apakah hasil produksi sudah sesuai dengan standar mutu dan kualitas atau belum.

Memilih menggunakan NDT merupakan pilihan yang tepat karena pengujian ini tanpa merusak objek dan mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah material (objek) tersebut masih dalam masa aman (sesuai dengan standar mutu) atau telah melewati batas toleransi kerusakan material (objek).

Dalam proses pengujian NDT ini biasanya dilakukan sebanyak dua kali atau lebih (sesuai kebutuhan), inilah proses yang biasanya dilakukan :

Pengujian objek dari awal pembuatan, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui dari awal pembuatan sampai dengan finishing untuk menentukan kandungan objek beserta hasil material dan mutunya. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari kendalu mutu dari mesin atau material itu sendiri.

Pengujian material dan mesin yang telah disahkan, proses ini dilakukan setelah tahap pengesahan standarisasi setelah material atau mesin digunakan dalam jangka waktu tertentu. Pengujian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh kekurangan atau kegagalan sebelum batas toleransi terlampaui.

NDT Metode pada Surface Crack :

 1. Visual Inspection Optical

Biasanya Metode ini menjadi langkah yang pertama kali diambil dalam NDT. Metode ini bertujuan menemukan cacat atau retak permukaan dan korosi. dengan bantuan Visual Optical,  crack yang berada dipermukaan material dapat diketahui

2. Liquid Penetrant

Metode ini sangat sederhana dimana saat melakuan pengujian dilakukan penyemprotan dengan cairan berwarna terang yang tujuannya untuk mengetahui keretakan atau kerusakan pada material solid baik logam maupun non logam Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskousitas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan nampak jelas jika perbedaan warna penetrant dengan latar belakang cukup kontras

3. Magnetic Particles

Metode ini menggunakan serbuk magnetik yang di sebarkan dipermukaan benda uji atau material. Pada saat crack ada dalam permukaan benda uji, maka akan terjadi kebocoran medan magnit di sekitar posisi crack, sehingga dengan mudah akan bisa dilihat oleh mata. Setelah pengujian magnetic, maka benda uji akan menjadi bersifat magnet, karena pengaruh serbuk magnet tersebut, maka untuk menghilangkan effek itu digunakan metoda demagnetization (proses menghilangkan medan magnet pada benda uji), salah satu caranya dengan menggunakan hammering (benda uji dipikul dengan hammer, sehingga timbul getaran yang akan melepaskan partikel magnet). Kelemahannya, metode ini hanya bisa diterapkan untuk material ferromagnetik. Selain itu, medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau memotong daerah retak.

4. Eddy current

Metode ini pada prisipnya hampir sama dengan teknik Magnetic Particles, akan tetapi medan listrik yang dipancarkan dari arus listrik bolak-balik, ketika ada crack maka medan listrik akan berubah dan perubahannya itu akan terbaca pada alat pengukur impadance. Prinsip ini erat kaitannya dengan impedansi, maka hasilnya sangat dipengruhi oleh jarak antara benda uji dengan alat ukurnya.Keterbatasan dari metode ini yaitu hanya dapat diterapkan pada permukaan yang dapat dijangkau. Selain itu metode ini juga hanya diterapkan pada bahan logam saja.


Jasa Pengujian NDT ini banyak digunakan karena sudah menjadi mandatory beberapa industri untuk standarisasi keamanan dan keselamatan kerja, sebagai contoh perlakuan PT DFN Teknologi Indonesia, PT. DFN Teknologi Indonesia, perusahaan kami bergerak dibidang General Supplier, Services dan NDT (Non-Destructive Testing / Alat Uji Tak Rusak).
Kamipun bisa menyediakan pengadaan barang atau alat lain yang sesuai dengan permintaan pelanggan/customer/client.

Contact kami : Klik Here



Comments